Suharjono mengaku, ratusan ASN itu kompak memanipulasi absensi digital SIC dengan sejumlah cara.

Mulai dari chek in menggunakan wajah orang lain, mengubah waktu, dan mengubah titik koordinat.

Di sisi lain, menurut Suharjono, absensi digital SIC yang digagas tahun 2022 lalu itu memang memiliki kelemahan.

Dia beralasan, bahwa aplikasi tersebut memiliki sejumlah kekurangan dalam pembaharuan (update) sistem.

"ASN ini bisa menjebol atau meretas aplikasi itu. Makanya kami sebut bahwa hal itu menjadi sebuah pelanggaran. Aplikasi ini memang harus kami perbaiki," kata Suharjono menjelaskan.