"Kita juga punya kewajiban dan tanggung jawab bagaimana untuk musim tanam tembakau tahun ini tidak menjadi hal buruk untuk tahun yang akan datang," kata pria yang akrab disapa Yono ini dalam sambutannya.

Menurut Yono, para petani tidak boleh hanya mengacu pada harga pasar, namun harus paham bagaimana serapan pabrikan tembakau.

"Saat ini kita duduk bersama, mendiskusikan bagaimana persoalan tembakau di tahun 2024 mendatang. Apa yang harus dilakukan petani ke depan, sehingga para petani menanam tembakau tidak hanya soal kebanyakan modal, luas lahan, akan tetapi menemukan nilai jual pasar," jelas wartawan Nolesa ini.

Diketahui, kegiatan FGD tembakau dengan peserta gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari kecamatan penghasil tembakau di Sumenep tersebut berjalan sukses.