Diketahui sebelumnya, salah satu guru di lingkungan Sumenep" class="inline-tag-link">Kemenag Sumenep, sebut saja Joko (nama samaran), mengeluhkan dana sertifikasi guru yang ia tunggu sejak tahun 2018 tak kunjung turun hingga saat ini.
"Selama 3 bulan tidak dibayar. Alasannya uangnya tidak cukup,” ungkap salah satu narasumber yang namanya minta dirahasiakan.
Pihaknya hanya bisa berharap, dana sertifikasi guru yang merupakan haknya bisa terbayarkan di tahun ini.
“Tapi hanya janji-janji saja. Ketika ada desakan diadakan pemberkasan tahun kemarin 2022, pemberkasan 2018 katanya ada audit mau cair. Tapi sampai sekarang gak ada kabar,” sesalnya.
"Ketika saya tanya kembali, alasannya karena tidak ada biaya untuk audit," sambungnya menandaskan.***