Hal ini dilakukan demi melahirkan karya tulis yang dapat menggugah publik melakukan perjuangan melawan bentuk penjajahan lain yang masih kerap terjadi hingga hari ini.
"Saat ini kita tidak perlu berperang, tidak mungkin juga bisa membuat karya hebat seperti Resolusi Jihad-nya KH Hasyim Asy'ari, tapi saya yakin kita bisa berusaha melahirkan karya jurnalistik yang setidaknya bisa berdampak baik atau bermanfaat bagi kepentingan publik," tegas aktivis PMII itu mengungkapkan.
Selain melaksanakan istighasah, sumenep" class="inline-tag-link">DPC PWRI Sumenep juga mengimbau jajarannya untuk berpakaian ala santri. Imbauan tersebut berlaku selama tiga hari sejak tanggal 22 hingga 24 Oktober 2023.
"Status santri adalah kebanggaan tersendiri bagi kita. Makanya dalam rangka memperingati HSN 2023 ini, kita juga berpakaian ala santri dalam melaksanakan tugas jurnalistik meskipun hanya tiga hari," tandasnya.***