"Kemarin kami itu sudah menemui ahli waris, memohon untuk dibuka segel ini. Karena dampaknya sudah jelas, siswa tidak bisa belajar," akuinya.
Pihaknya mengatakan, sebenarnya hari ini sekolah akan menggelar workshop pembelajaran, namun akhirnya dibatalkan karena adanya penyegelan sekolah.
Dia menegaskan, ahli waris tidak akan pernah membuka segel itu sebelum masalah tersebut selesai.
"Kami sebenarnya sudah menemui ahli waris ini bersama komite, Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur dan pihak sekolah. Tapi hasilnya nihil," tuturnya menerangkan.
Usai menggelar istigosah bersama di luar sekolah, pihaknya menyampaikan kepada para siswa-siswi bahwa saat ini sekolah disegel oleh ahli waris.