PAMEKASAN, MaduraPost - Rencana Pemerintah untuk mencabut subsidi BBM menjadi perhatian serius semua kalangan, tidak terkecuali para Ulama, Habaib dan tokoh Madura. Salah satu upaya yang dilakukan Ulama, Habaib dan tokoh Madura untuk menolak kenaikan Harga BBM adalah dengan mengirim surat yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo. Ada empat poin penting yang disampaikan para Ulama, Habaib dan Tokoh Madura yang tertuang dalam Surat dengan nomor : 130/B/HLTM/VIII/2022 Tanggal 25 Agustus 2022 tentang Penolakan kenaikan harga BBM. Diantara alasan penolakan kenaikan Harga BBM karena kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil akibat Pandemi Covid-19. Selain itu, meroketnya harga kebutuhan pokok akibat naiknya harga BBM akan menjadikan masyarakat semakin terpuruk. Oleh sebab itu, Para Ulama, Habaib dan Tokoh Madura meminta Pemerintah bersama DPR RI untuk melakukan kajian ulang terhadap rencana tersebut. Selain itu, Rencana pembangunan IKN yang akan menguras APBN untuk segera dihentikan. Berikut Ulama, Habaib dan Tokoh Madura yang tandatangan dalam surat penolakan kenaikan harga BBM.
  1. RKH Achmad Rofi'ie Baidlowie, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar.

  2. RKH Hasbullah Muhammad, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar.

  3. KH. Ali Badri Zaini, Bangkalan

  4. KH Ali Karrar Sinhaji, Pondok Pesantren Misdat Lenteng Pamekasan.

  5. KH. Fadholi M. Ruham, PP Al-Fudhola' Pamekasan.

  6. KH. Achmad Ghazali MF, PP Al-mubarok Sampang.

  7. Habib Ali Zainal Abidin Al-jufri, PP Darut Tauhid Sumenep.

  8. KH. Ahmad Hasibin, PP Darul Ulum Nyalaran, Pamekasan.

  9. Al-habib hasan bin Aqil fad'aq, Bangkalan.