”Untuk itu, kami minta anggota dewan turun tangan dan merekomendasi supaya dihentikan sementara di tengah polemik seperti ini,” tegasnya.

”Karena kemarin, ketika material datang dan memasang patok, langsung didatangi warga yang menolak. Konflik yang lebih besar bisa terjadi kalau tetap menggarap,” kata Yono lebih lanjut.

Sementara itu, Koordinator Gema, Aksi Amirul Mukminin, menegaskan jika warga menolak penggarapan tambak tersebut.

Selain menjadi jantung kehidupan masyarakat sekitar, sambungnya, alih fungsi pantai menjadi tambak itu akan menjadi petaka bagi lingkungan sekitar.

”Di sana ruang hidup, tempat bagi masyarakat kecil nelayan untuk makan, bahkan dikhawatirkan akan menimbulkan banjir rob ke perkampungan,” ujar dia.