Warga pun menulis, pembangunan tambak garam dinilai sangat mengancam masyarakat sekitar, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.

”Kami sudah menyampaikan penolakan itu pada Kepala Desa Gersik Putih (Mohap, red), tapi sepertinya tetap ngotot untuk menggarap lahan tersebut,” kata Yono Wirawan mengungkapkan, mewakili warga di forum dewan tersebut, Kamis (16/3) kemarin.

Pihaknya menguraikan, jika Pemdes bersama investor itu telah mendatangkan material untuk memulai penggarapan lahan pesisir tersebut.

Jika dibiarkan, kata Yono, maka dikhawatirkan akan terjadi konflik antara warga dan pihak desa serta investor.