Pihaknya juga mengungkapkan, nantinya, fungsi dari adanya Sumenep" class="inline-tag-link">Halal Hub Sumenep tersebut para pelaku UMKM akan dipandu dalam mengoperasikan usaha yang dimiliki. Sementara untuk perangkat desa, ada pendataan berbeda. Tujuannya untuk potensi masing-masing desa.

"Contohnya seperti halnya palawija di Kecamatan Lenteng, itu berapa ton setiap tahun atau per-panen setiap 4 bulan itu berapa, berasnya berapa, nah itu kita bantu juga," ucapnya.

"Jadi ketika ada potensi-potensi seperti itu kita kurasi nantinya, kalau kita punya data valid kemudian mau diapakan. Karena kalau kita punya data valid, kita enak mau jalan. Sekarang saja kita itu ada permintaan, kacang hijau, kacang tanah sama gula dari siwalan," kata Choriyanto lebih lanjut.

Sebab itu, tujuan Sumenep" class="inline-tag-link">Halal Hub Sumenep datang ke per kecamatan dan mengundang perangkat desa serta pelaku UMKM yang ada di desa tersebut, tidak lain untuk mengakurasi sejauh mana potensi UMKM yang ada daerah itu berkembang.

"Yang kita datangi awal adalah 19 kecamatan yang ada di daratan. Bukan untuk mendeskriminasi kecamatan yang ada di kepulauan, tapi karena di daratan lebih memungkinkan untuk didahulukan," kata Choriyanto.