Mendapatkan medali perak menurutnya bukanlah hal mudah. Berbagai macam proses dilalui Humaidi. Dari mulai daftar namanya yang sempat hilang di Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Piala Gubernur Jawa Timur, hingga tak disambut oleh pemerintah daerah saat ia pulang ke kota kelahiran membawa medali perak.

Dia juag masih mempunyai rasa iba, sebab, mengaca dari kabupaten lain yang sangat signifikan mendapatkan banyak apresiasi dari Pemerintah Daerah, baik dari Bupati maupun Wali Kota.

"Saat saya ada di Puslatda Jawa Timur, kebetulan tidak ada satupun pejabat yang dari Sumenep. Terus terang saja, saya merasa yatim saat itu," kata dia bercerita.

Pria kelahiran 1973 ini mi Bu mengaku, saat pemberangkatan ke Papua tidak ada peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memberikan dukungan moral selain finansial.