Kemudian pengeluaran daerah yang semula dianggarkan sebesar 45 miliar rupiah, setelah pembahasan Timgar dan Banggar, tetap sebesar 45 miliar rupiah. Sedangkan dari selisih Pembiayaan antara penerimaan daerah sebesar 439 miliar 938 juta 154 ribu 563 rupiah, dengan pengeluaran daerah sebesar 45 miliar rupiah. Terdapat surplus sebesar 394 miliar 938 juta 154 ribu 563 rupiah.

“Selanjutnya dari defisit anggaran antara pendapatan dan belanja sebesar 394 miliar 938 juta 154 ribu 563 rupiah maka ditutup dengan surplus pembiayaan antara penerimaan daerah dengan pengeluaran daerah sebesar 394 miliar 938 juta 154 ribu 563 rupiah,” tukasnya.