Warga lain, Hermanto (46) pemilik warung nasi menuturkan, sisa kotoran daun dan ranting pohon yang dipenggal sangat mengganggu kenyamanan warga

"Saat kendaraan melintas sisa-sisa penebangan kayu itu masuk ke dalam warung mas dan warung saya jadi kotor, parahnya lagi waktu hujan didepan warung jadi becek," ucapnya

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota probolinggo Rachmadeta Antariksa ketika dikonfirmasi maduraPost mengatakan, kalau yang melakukan pemenggalan pohon ditepi jalan nasional di kelurahan triwung lor adalah pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN VIII)

"Itu yang melakukan pihak balai besar mas, monggo konfirmasinya kepihak balai besar," ucapnya