SAMPANG, MaduraPost - Pemerintah Kabupaten Sampang terus berjuang memutus mata rantai penyebaran covid-19 dengan berbagai kebijakan seperti meliburkan sekolah, melarang pengajian dan berbagai kegiatan keagamaan yang mengundang kerumunan massa.
Namun kebijakan Bupati Sampang, H.Slamet Junaidi bersama Forkopimda dianggap aneh ketika lomba burung merpati justru ramai dilaksanakan di wilayah Pantura, Kecamatan Sokobanah.
Bupati bersama Forkopimda Sampang dianggap tidak peka dengan masalah sosial yang saat ini terjadi di Masyarakat.
Hal itu disampaikan salah satu tokoh ulama berinisial AM di Kecamatan Sokobanah. Ia mengaku resah dengan kegiatan lomba burung merpati yang biasa di gelar di Sokobanah dan sekitarnya.
Bahkan menurut AM, lomba burung merpati yang digelar di Tamberu Daya justru semakin ramai. Karena tempat adu merpati yang ada di Desa Bira Tengah dan Bira Timur disatukan ke Tamberu Daya.