"Sebenarnya kalau spot disana bukan hanya dua titik. Karena sudah banyak dilakukan perbaikan. Memang di kawasan itu kan banyak persawahan, jadi tanahnya bergerak. Apalagi musim hujan, tanah lembut, dan ada beban tinggi angkutan umum, jadinya ambruk," ungkap Agus, saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya, Selasa (19/1).
Dia menerangkan, jika pelaksaan perbaikan jalan raya atas keluhan warga itu akan segera dilakukan. Hanya saja, masih akan menunggu kondisi dan curah hujan yang tidak cukup besar.
"Jika diperbaiki dalam kondisi hujan, itu kan nanti ada lubang, takutnya warga tidak tahu, lewati genangan air tidak tahunya ada lubang, kan bahaya," kata Agus.
Pihaknya juga mengatakan, akan memberikan rambu-rambu imbauan agar senantiasa hati-hati bagi pengguna jalan saat melintasi kawasan tersebut.