"Nanti biar aman, kita akan kasih rambu-rambu disana," jelasnya.

Sekedar informasi, Hamidah (42), salah seorang warga setempat yang memblokade jalan ambruk itu mengaku miris melihat kondisi jalan raya yang seolah pengerjaannya dilaksanakan secara asal-asalan.

Menurutnya, banyak kejadian tak terduga yang sering menimpa pengguna jalan raya di kawasan tersebut. Misalnya saja, kecelakaan antar sepeda motor karena kondisi jalan yang bergelombang alias ambles. Akhirnya, dia memutuskan untuk memberikan tanda jalan tersebut tidak boleh untuk dilewati, dengan sebongkah kayu besar.

"Saya miris sekali melihatnya. Setiap kali ada perbaikan jalan ini, pasti tidak bertahan lama, sudah rusak lagi," sesalnya, saat diwawancara media ini.

Disamping itu, pengguna jalan juga merasa resah dengan adanya plang beralas kayu besar dan runcing bambu yang menancap di lubang lorong.