"Harapan saya, Petani betul-betul bisa menjaga kualitas dan kuantitas tembakaunya dengan baik, agar pihak pabrikan juga tidak dirugikan, sehingga harapan kita semua dapat terwujud dalam menciptakan kesejahteraan yang berkeadilan," harapnya.

Salah seorang Petani Tembakau areal Pantura mengatakan, kalau dirinya sangat kecewa terhadap janji Pemerintahan Kabupaten Pamekasan yang sampai musim Panen kali ini harga tembakau masih jauh dari harapan.

"Jelas saya dan tentunya para petani Tembakau lainnya kembali kecewa terhadap janji Pemerintah Kabupaten Pamekasan, yang mana hal itu Bupati Baddrut Tamam, karena sampai hari ini harga tembakau hanya dibeli sekisaran 15 ribu sampai 20 ribu paling tinggi 30 ribu, dan yang jelas dengan harga tembakau yang hanya sebegitu, para petani sangat rugi," kesalnya.

Kemudian ia mengatakan, kalau janji-janji Bupati Pamekasan itu hanya omong kosong saja dan sudah jelas kalau Bupati Pamekasan sudah tidak peduli nasib rakyatnya.

"Janji Bupati untuk mensejahterakan rakyat itu hanya omong kosong saja, dan jelas kalau Bupati itu sudah tidak peduli lagi nasib rakyatnya, apa bila harga tembakau tetap seperti ini jangan harap Bupati Baddrut Tamam menjadi Bupati lagi, karena buat apa memilih Bupati yang tidak memikirkan nasib rakyatnya," ujar Petani yang tidak mau namanya di publikasikan.