Kepanikan sempat terjadi, saat ada aparat datang kedua kalinya ke pondok tersebut untuk mengambil barang bukti sepeda motor yang saat itu dikendarain oleh keluarga korban. Akibatnya orang tua santri dan para simpatisan tidak terima dengan kejadian tersebut. Mereka menduga ada fitnah yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Polisi yang sempai masuk ke pesantren tersebut ditahan oleh pengasuh. Para alumni yang datang ke pesantren tersebut meminta aparat yang sengaja memberi narkoba tersebut untuk didatangkan dan mengakui kelakuannya.

Akibat kericuhan tersebut, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz datang ke pesantren tersebut untuk menenangkan massa yang sudah tampak tidak kondusif lagi. H. Idi sempat berdiskusi dengan para keluarga pesantren untuk meredam emosi masa dan mencari jalan keluar atas kejadian tersebut.

H. Idi berjanji akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian itu. Hal tersebut ia sampaikan demi menjaga kondusifitas ketertiban umum di Kabupaten Sampang. Tentunya semua elemen harus ikut berperan mulai dari kepolisian, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Tadi kami sudah sepakat dengan pengasuh dan kepolisian untuk satu pintu menyelesaikan masalah tersebut. Kami minta kepada masyarakat untuk tetap tenang agar Sampang tetap kondusif,” ucap H. Idi.