Selain, WMS dari sektor pelaksanaan, masih kurang dan berguna dengan baik. Pasalnya, anggaran sebesar 8 miliar dalam setahun, tidak jelas serapannya.

"Setiap tahun itu untuk WMS 4 miliar dalam pelatihan, 4 miliar untuk peralatan. Jadi kalau kita sudah punya 4 ribu, ya kita bisa bayangkan, 4 miliar tinggal dikalikan," urainya.

Dia menuding, saat melakukan komunikasi dengan Dinas Koperasi Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM), untuk mendapatkan database, sering dijelaskan bahwa rekapan data peserta belum juga selesai.

"Berapa kali sudah kami minta datanya di Dinas Koperasi. Minimal dari tahun 2017, ya jawabannya tidak ada. Artinya kalau tidak punya data masak tidak merekab," tegasnya.