"Kami akan mengirim surat untuk melakukan demo apabila pada hari yang ditentukan pihak Bank tersebut tidak terealisasi apa yang dijanjikannya itu," tegasnya.
Secara keseluruhan Syaiful Bahri mengatakan, kalau dari hasil audiensi tersebut dirinya sudah memahami persoalan tersebut dan yakin kalau memang oknum Bank Jatim lah yang menjadi hilangnya Dana Desa tahun 2019 tersebut.
"Adanya hasil audiensi ini saya sudah memahami dan yakin kalau yang menjadi polemik di masyarakat terkait tidak cairnya BLT - DD tahap kedua tersebut karena adanya ketidak singkronnya dana sebesar 217 juta yang secara sistematis di hilangkan oleh oknum Bank Jatim," jelasnya.
Kemudian dalam audiensi tersebut Syaiful Bahri dan pihaknya mengatakan, akan mengawal persoalan tersebut sampai tuntas.