Dirinya juga menjelaskan dalam menjual bensin tersebut dirinya tidak menaikkan harga. "Kami tidak menaikkan harga, hanya takaran liternya saja yang kami kurangi sedikit," akunya.
Sementara itu, Petugas SPBU Pakong Taufik menjelaskan bahwa penolakan tidak melayani konsumen berlaku sejak 16 Juni. Meski demikian, ia menyampaikan jagan hanya karena terjadi antrean panjang, pengendara mengira petugas SPBU melayani pengisian jeriken.
"Pertamina dalam beberapa bulan membatasi pengiriman BBM jenis Premium, sehinga terjadi kelangkaan yang seolah-olah pengendara mengira SPBU menjual ke konsumen yang mengunakan jeriken," ujarnya.
Dalam beberapa bulan ini pengiriman BBM di batasi Oleh pertamina kalau sebelumnya 24.000 liter, sekarang dalam satu hari kadang hanya 8000 liter yang tidak cukup dalam satu hari. (mp/fat/rus)