PAMEKASAN, Madurapost.id - SPBU Pakong resmi menolak pedagang eceran BBM jenis premium yang berniat membeli bensin dengan menggunakan jeriken.

Penolakan ini kuat dugaan karena didorong oleh anggota DPRD Pamekasan yang membuat status facebook terkait pelayanan SPBU yang antrenya terkadang tidak dapat dibendung hanya karena melayani pengisian jeriken.

Abdus Syukur salah seorang pedagang pengecer bensin botolan mengatakan, sikap SPBU tersebut dinilai tebang pilih. Mestinya pembelian bensin pedagang eceran juga mendapat pelayanan karena usaha mereka ikut membantu pengguna kendaraan utamanya yang jauh dari lokasi SPBU.

"Konsumen kita kan hanya orang yang kehabisan bahan bakar dalam perjalanan," kata Abdus kepada Madura Post, Selasa (23/6/2020).

Abdus mengaku, kebijakan pihak SPBU dinilai berlebihan. Apalagi, sebelumnya dia bersama pengecer bensin lainnya yang melakukan pembelian, dilayani.