Selain itu, pihaknya merasa bahwa tuduhan yang dilontarkan mahasiswa tidak sesuai dengan data yang benar.

"Saya ketawa baca rilis ini. Seakan semakin tinggi pohonnya, semakin kencang anginnya. Semua yang dikatakan mahasiswa itu tuduhan dan tidak benar. Apalagi dia menyebut-nyebut anak buah saya, semestinya dia paham," ujar Fattah Jasin, yang saat ini menjabat sebagai ketua Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) Madura ini.

Segala bentuk tekhnis pelaksanaan, kata dia, telah terhimpun di Kepala Bidang (Kabid) Dinas. Namun, apabila ada temuan semestinya dipertanyakan kepada Kabid Dinas tersebut.

"Kan ada yang melaksanakan, tekhnisnya ya Kabid. Saya kan Kepala Dinas (Kadis), ya tidak tahum Kalau itu yang dituduhkan tidak benar dan mengada-ada, nggak tahu dari mana data yang didapat itu. Harusnya kan resmi, berdasarkan konfirmasi dari Dinas. Bukan mengatasnamakan mahasiswa, ini mahasiswa yang mana, orangnya siapa ? Tidak jelas itu," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Aktivis Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya) menyebut Fattah Jasin terindikasi memainkan anggaran subsidi kapal perintis yang anggarannya mencapai Rp 29 miliar.