"Kalau pengelolanya itu ya lembaganya sendiri, seperti Mesjid Jamik, ya takmirnya," kata dia.

Dia menerangkan, awalnya cagar budaya di Sumenep hanya ada 4 sejak tahun 2019 lalu. Namun pihaknya menargetkan jika tahun 2020 ini akan bertambah.

"Semuanya ada 4 cagar budaya, kemarin itu Asta Blingi masuk ketambahan satu, termasuk proses dalam jangka waktu dekat ini Kota Tua Kalianget. Bahkan sudah dilakukan penelitian, hasilnya mungkin bukan depan," jelasnya.

Sementara untuk penelitian pengembangan cagar budaya oleh TACB, pihaknya menerangkan apabila tidak ada tenggang waktu dalam proses penelitian.