Ramadan tahun ini datang bersama hari-hari yang sulit karena pandemi Covid-19. Sudah berkali-kali kita tidak pergi Jumatan.
Jumatan wajib, tetapi karena kondisi gahar, kita ganti dengan shalat Dhuhur di rumah. Tuntunannya jelas. Ibn Abbas, pada hari Jum’at yang hujan, menyuruh mu’adzin mengganti lafal hayya 'ala shalah dengan “Shalatlah kalian di rumah-rumah kalian.”
Ada sahabat yang protes. Jawaban Ibn Abbas pendek, “Ini dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (maksudnya Nabi Muhammad). Ibadah Jum’at wajib, tapi aku tidak mau menyulitkanmu menempuh jalan yang licin dan becek” (HR. Bukhari).
‘Illat kedaruratan wabah Covid-19 lebih besar daripada hujan. Pemerintah telah menetapkan protokol pencegahan dengan jaga jarak fisik (physical distancing).