Pihaknya mengakui, bahwa mengajar dari rumah ke rumah di situasi pandemi covid-19 yang sulit ini, membuat seorang guru dituntut harus datang ke rumah siswanya, untuk mengajar.

"Itu sudah menjadi bagian dari tanggungjawab sebagai guru. Saya kira ini bagian dari tanggungjawab guru sebagai pendidik ketika guru harus mengajar dari rumah,” jelasnya.

Diketahui, Pak guru Avan adalah salah satu guru yang mengaku bahwa dirinya harus berangkat lebih pagi dari biasanya ke sekolah. Sebab, selain jarak tempuh yang cukup jauh sekitar 20 Kilometer (Km) dari rumah ke sekolahnya.

Ditambah, dirinya juga harus mendatangi semua siswanya satu persatu setiap hari, namun ternyata kadang hanya mampu mendatangi sepuluh hingga sebelas siswa.

Karena selain jalan tidak beraspal, beberapa rumah siswanya tidak bisa dilalui kendaraan, akibat jalan sempit dan Medan melewati tegalan atau persawahan warga, sehingga harus jalan kaki karena becek saat hujan. (Mp/al/lam)