Karena telah membuat sosok figur seorang guru benar-benar hadir ditengah oandemi covid-19, agar anak didiknya tetap bIsa belajar meski sekolah harus libur.

“Saya sangat apresiatif dengan langkah yang dilakukan pak Avan, termasuk guru yang lain yang mendatangi siswanya ke rumah-rumah mereka,” ungkap Abd. Kadir, saat dikonfirmasi media ini, Selasa (21/4).

Menurutnya, masih banyak sekolah di Sumenep yang kesulitan belajar secara online karena terkendala secara geografis, serta kondisi orang tua siswa yang tidak memiliki smart phone.

"Ada yang memiliki smartphone tetapi sinyal sangat sulit seperti di daerah pelosok dan Kepulauan terluar. Disini bagi guru di pelosok yang notabene banyak siswa dan orang tua yang tidak memiliki smartphone, rata-rata guru kita mendatangi siswa ke rumah-rumah mereka,” jelasnya.