BANGKALAN, MaduraPost - Pemerintahan Bangkalan merefocusing dan merealokasi anggaran sebesar 65,2 miliar untuk penanganan covid-19. Salah satunya untuk guru ngaji dan guru madrasah (Madin) mendapat alokasi anggaran 22, 4 Miliar.

Menurut laporan Kepala Disdik Bangkalan akan ada 9.342 orang yang akan mendapat bantuan jaringan pengamanan sosial, sebesar RP 200.000 perbulan. Mekanismenya akan dicairkan tiga bulan sekali. Hal ini mendapat apresiasi dan respon positif dari anggota DPRD kabupaten Bangkalan Komisi B Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dedy Yusuf.

"Kita harus mengapresiasi tindakan pemerintah Bangkalan yang masih peduli pada guru ngaji dan guru madin. Insentif ini minimal membantu meringakan bebannya.

"Namun pada sisi lain, yang harus kita perhatikan juga pendataan pada guru ngaji dan madrasah harus akurat dan komperhensif, sehingga bantuan itu kena sasaran sesuai yang diharapakan bersama," ujarnya, Jumat (17/04/2020).

Alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakrta itu juga menjelaskan, waktu reses dirinya mendapat keluhan dari masyarakat, bahwa masih ada guru ngaji dan guru madin yang masih belum dapat bantuan, tentu ini menjadi problem.