"Kami tidak ingin nasib petani tembakau pada tahun ini sama dengan tahun 2019 kemarin, harga tembakau rendah, dan petani banyak yang rugi," paparnya.

Sutrisno menegaskan, bahwa MPR akan selalu mendukung program Dispertahourbun apabila dijalankan sesuai dengan kepentingan masyarakat petani. Akan tetapi, jika program tersebut tidak terealisasi sebagaimana mestinya, dia mengancam akan melakukan gerakan massa dan mengawal persoalan tembakau sampai para petani mendapatkan haknya.

"Apabila program tersebut tidak terealisasi, maka kami, akan melakukan aksi dan gerakan massa dan berkomitmen akan mengawal persoalan tembakau untuk kesejahteraan petani,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Sumenep" class="inline-tag-link">Dispertahourtbun Sumenep, Rina, membenarkan bahwa memang Dinas tekait mempunyai dua program, yakni pembibitan dan sekolah lapang.