"Kami memaafkan, asalkan guru yang berinisial ER tersebut meminta maaf secara langsung pada kami,"Kata Junaidi.

Menurutnya, apa yang diperbuat oknum guru tersebut, sudah diluar batas. Karena, DSR sudah dapat dispensasi dari guru BK, dan dibolehkan masuk kelas.

"Ini soal seragam dan guru BK sudah memberi keringanan, kok masih di pukulin sampai lebam begitu. Kalau seperti ini kan kasusnya beda, ini bukan soal moral. Keparahan ini," kesalnya.

Selaku orang tua, Junaidi meminta maaf

kepada jajaran guru SMPN 7 Pamekasan. Jika selama ini anaknya (DSR) berkelakuan su'ul adzab.