Diruangan itulah, DSR di tampar oleh ER. mengenai bagian kepala dan beberapa tubuh lainnya.
Mujur, pemukulan dapat dihentikan setelah ada guru melerai dan menyetop pemukulan tersebut.
Akibatnya, di bagian pelipis bagian kiri lebam. Kini DSR tidak mau keluar kamar. Diduga, mengalami trauma yang mendalam.
Orang tua DSR, Junaidi (36) secara instansi memaafkan perlakuan oknum guru tersebut.
Baca Juga:Ikhtiyar Tanpa Henti, Pemdes Rekkerrek Bagikan Tempat Cuci Tangan di Beberapa Tempat Ibadah
Dengan syarat, datang langsung untuk minta maaf.