PAMEKASAN, MaduraPost - Kemesraan Madura United Football Club (MU FC) dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan tidak berjalan mulus. Buktinya pengelolaan kontrak Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) diputus, setelah baru sebulan menjalani pinangan. Pemicunya karena digoda pihak ketiga.

Tidak tanggung-tanggung, Direktur PT. Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) yang menaungi badan hukum MU FC, Zia Ulhaq menyampaikan, pemundurannya tersebut di forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Pamekasan.

Direktur PT. PBMB Zia Ulhaq melalui Media Officer MU FC Tabri Syaifullah Munir mengatakan, pihaknya tidak jadi berlabuh ikut membantu pemerintah dalam membangun atlet olahraga bola. Penyebabnya ada beberapa pihak yang menyudutkan MU FC sebagai klub yang dinilai menjajah ketenangan masyarakat.

Di lain sisi alasan MU FC mengundurkan diri sebagai pengelola stadion sebagai jalan tengah untuk meredam emosi pecinta bola di Madura, khususnya warga Pamekasan yang merasa pengelolaan SGMRP jika dipihakketigakan kurang memberi dampak terhadap atlet olahraga di Kabupaten Pamekasan.

Dari itu, kata Tabri, MU FC memutus pembahasan kontrak penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemkab Pamekasan, soal pengelolaan SGMRP dan pihaknya mundur sebagai pihak pengelola.