“Saya masih melihat banyak masyarakat di daerah sungai kemuning yang membuang sampah langsung ke sungai, ini tugas BPPD untuk terus memberikan pemahaman melaalui sekolah sungai kepada masyarakat agar nantinya Sampang bisa terbebas dari bencana banjir,” imbuh Wabup Sampang.
Sementara itu Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Anang Djonaedi menyampaiakan bahwa program sekolah sungai 2019 tersebut kolaborasi dengan tiga OPD,yaitu BPBD, Dinas PUPR, dan DLH.
“Untuk sekolah sungai ini tujuan utamanya adalah memberikan pengertian kepada masyarakat,utamanya masayarkat yang ada di pelantaran sungai kali Kemoning untuk tidak membuang sampah langsung ke sungai,” tutur Anang.
Sementara itu menurut Anang Peserta program sekolah sungai tahun ini jumlahnya lebih sedikiti dibandingka tahun lalu.
“Tahun ini kita ada 550 orang sedangkan tahun 2018 yang lalu ada sekitar 1000 orang,” imbuhnya. (mp/ron/zul)