Tidak hanya itu, dia juga mempertanyakan terkait kelangkaan pupuk yang sering dihadapi petani. Saat gelar audiensi bersama Dispertahourtbun, Kamis (27/2), kemarin, mereka meminta Dinas terkait serius merealisasikan program-program yang sudah dicanangkan, serta harus turun ke petani melakukan pendampingan.
"Kami tidak ingin nasib petani tembakau pada tahun ini sama dengan tahun 2019 kemarin, harga tembakau rendah, dan petani banyak yang rugi," paparnya.
Sutrisno menegaskan, bahwa MPR akan selalu mendukung program Dispertahourbun apabila dijalankan sesuai dengan kepentingan masyarakat petani. Akan tetapi, jika program tersebut tidak terealisasi sebagaimana mestinya, dia mengancam akan melakukan gerakan massa dan mengawal persoalan tembakau sampai para petani mendapatkan haknya.