SUMENEP, MaduraPost - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sekolah Dasar Tahfidz dan Tahsin Qur'an (SDT2Q) Insan Permata Mulia Sumenep, Madura, Jawa Timur, tak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat berkontribusi dalam pembangunan Masjid Syafa’atul Qur’an.
Kegiatan yang digelar Sabtu (7/11/2026) malam itu dihadiri ratusan undangan dari berbagai kalangan. Acara dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan menghadirkan Alhabib Moh Ali Ridha bin Ahmad Al-Haddad sebagai penceramah.
Nuansa religius terasa sejak awal kegiatan. Lantunan salawat Nabi yang diiringi tabuhan hadrah membuka rangkaian acara. Suasana kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh para hafiz dan hafizah.
Di balik rangkaian peringatan tersebut, terselip ajakan untuk memperkuat kepedulian terhadap pembangunan rumah ibadah. Yayasan Birrul Walidain Sumenep menjadikan pertemuan keagamaan itu sebagai ruang untuk menghimpun dukungan masyarakat bagi pembangunan Masjid Syafa’atul Qur’an.
Ketua Yayasan Birrul Walidain Sumenep, Muhammad Mudhar Beik mengatakan, pembangunan masjid tidak bisa hanya bertumpu pada satu pihak.
Menurutnya, diperlukan keterlibatan dan semangat kebersamaan agar proses pembangunan dapat terus berjalan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mengambil bagian dalam ikhtiar kebaikan. Pembangunan masjid ini tentu membutuhkan dukungan dan kebersamaan banyak pihak. Semoga menjadi amal jariyah bagi siapa pun yang ikut berkontribusi," ujar Ustaz Mudhar dalam sambutannya, Sabtu malam.
Ia menjelaskan, penggalangan dana tersebut merupakan salah satu upaya membuka ruang partisipasi publik. Dengan demikian, masyarakat dapat ikut mengambil peran dalam pembangunan fasilitas ibadah sesuai kemampuan masing-masing.
Lebih dari sekadar seremoni tahunan, peringatan Maulid Nabi juga diharapkan mampu menghadirkan nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sosial. Salah satunya melalui semangat berbagi, mempererat persaudaraan, dan membangun kepedulian terhadap sesama.
Yayasan Birrul Walidain Sumenep berharap kegiatan tersebut dapat memperluas dukungan masyarakat sehingga pembangunan Masjid Syafa’atul Qur’an bisa terus berlanjut.
Senada dengan hal itu, Ketua Komite SDT2Q Insan Permata Mulia Sumenep, Idham Halid mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus meneladani akhlaknya.
Menurutnya, umat Islam perlu mengamalkan empat sifat utama Rasulullah, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan ini semata-mata sebagai wujud rasa cinta kita kepada Baginda Rasulullah SAW sekaligus bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mudah-mudahan kita senantiasa mendapatkan rahmat Allah dan syafaat Rasulullah SAW,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Idham juga mengajak masyarakat bergotong royong mendukung pembangunan Masjid Syafa’atul Qur’an. Ia menyebut, proyek tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp1,12 miliar. Dari jumlah itu, dana yang terkumpul baru Rp328 juta, sehingga masih diperlukan sekitar Rp792 juta.
“Semangat gotong royong perlu terus kita bangun agar pembangunan Masjid Syafa’atul Qur’an ini dapat segera selesai dan dimanfaatkan oleh anak-anak kita, baik dari SDT2Q maupun MDT. Sebab, tujuan pembangunan masjid ini adalah sebagai pusat pendidikan dan pembelajaran Al-Qur’an,” pungkasnya.***