Lebih dari sekadar seremoni tahunan, peringatan Maulid Nabi juga diharapkan mampu menghadirkan nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sosial. Salah satunya melalui semangat berbagi, mempererat persaudaraan, dan membangun kepedulian terhadap sesama.
Yayasan Birrul Walidain Sumenep berharap kegiatan tersebut dapat memperluas dukungan masyarakat sehingga pembangunan Masjid Syafa’atul Qur’an bisa terus berlanjut.
Senada dengan hal itu, Ketua Komite SDT2Q Insan Permata Mulia Sumenep, Idham Halid mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus meneladani akhlaknya.
Menurutnya, umat Islam perlu mengamalkan empat sifat utama Rasulullah, yakni siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan ini semata-mata sebagai wujud rasa cinta kita kepada Baginda Rasulullah SAW sekaligus bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mudah-mudahan kita senantiasa mendapatkan rahmat Allah dan syafaat Rasulullah SAW,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Idham juga mengajak masyarakat bergotong royong mendukung pembangunan Masjid Syafa’atul Qur’an. Ia menyebut, proyek tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp1,12 miliar. Dari jumlah itu, dana yang terkumpul baru Rp328 juta, sehingga masih diperlukan sekitar Rp792 juta.
“Semangat gotong royong perlu terus kita bangun agar pembangunan Masjid Syafa’atul Qur’an ini dapat segera selesai dan dimanfaatkan oleh anak-anak kita, baik dari SDT2Q maupun MDT. Sebab, tujuan pembangunan masjid ini adalah sebagai pusat pendidikan dan pembelajaran Al-Qur’an,” pungkasnya.***