Sementara itu, Kepala SDN Pangarangan 1, Andilala, mengungkapkan bahwa dirinya memiliki sejumlah gagasan untuk mengembangkan sekolah tersebut sejak mulai menjabat pada 12 Oktober 2026.

Salah satu visi yang ingin diwujudkan adalah membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran formal, tetapi juga menghidupkan karakter budaya dan nilai-nilai adab Keraton Sumenep.

"Saya melihat ada potensi besar, baik dari internal sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga wali murid, maupun dari eksternal. Kami ingin mengembangkan SDN Pangarangan 1 menjadi sekolah yang memiliki karakter budaya dan adab Keraton Sumenep," ungkap Andilala.

Sebagai langkah awal, pihak sekolah merancang program penamaan ruang kelas menggunakan nama raja dan adipati yang pernah memimpin Sumenep.

Dengan 15 ruang kelas yang tersedia, masing-masing akan diperkenalkan melalui identitas tokoh sejarah. Tidak sekadar nama, siswa nantinya juga diharapkan mengenal perjalanan hidup, kepemimpinan, dan nilai-nilai keteladanan dari setiap tokoh tersebut.

"Harapan kami, warisan intelektual raja-raja Sumenep bisa tersampaikan kepada anak-anak, sehingga mereka memiliki figur panutan dan semakin terinspirasi untuk belajar serta mengembangkan diri," pungkasnya.

Melalui gagasan tersebut, SDN Pangarangan 1 ingin menjadikan sejarah bukan sekadar materi yang dihafalkan, melainkan bagian dari identitas sekolah dan sumber inspirasi bagi pembentukan karakter peserta didik.***