Menurutnya, pengenalan lagu daerah sejak dini penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya mengenal budaya melalui cerita atau buku pelajaran, tetapi juga ikut mempraktikkannya.

"Tujuannya untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan mengenalkan lagu daerah sejak dini," ujar Ustazah Yuli.

Dia mengaku senang melihat keterlibatan para siswa dalam kegiatan tersebut. Terlebih, mereka dapat menyanyikan langsung lagu tradisional Madura di kawasan Museum Keraton Agung Sumenep.

Menurut Ustazah Yuli, pengalaman itu memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk lebih dekat dengan warisan budaya daerah yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumenep.

Adapun lagu Wa’ Ronjhangan menggambarkan kehidupan masyarakat Madura yang sederhana, akrab, dan menjunjung tinggi kebersamaan.

Lirik serta iramanya menyampaikan pesan tentang persaudaraan, kerukunan, saling membantu, dan pentingnya menjaga tradisi.

Program kokurikuler bertema kearifan lokal tersebut dilaksanakan dua kali dalam setahun. Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengenal sekaligus ikut melestarikan kebudayaan daerah.

"Harapannya semakin banyak lagu daerah yang dikenal dan dilestarikan di semua kelas, sekolah, dan masyarakat umum. Karena lagu daerah itu keren," tuturnya.

Melalui persembahan Wa’ Ronjhangan, para siswa turut memeriahkan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep dengan cara yang edukatif sekaligus mengajak generasi muda untuk tidak melupakan kekayaan budaya daerahnya.