Justru demi menjaga kepercayaan publik, pihak-pihak yang berkepentingan perlu menunjukkan keseriusan menyelesaikan persoalan BHC. Jika ada kekurangan, evaluasi harus dilakukan.
Jika ada pertanyaan yang belum terjawab, penjelasan harus diberikan. Jika ditemukan pelanggaran, penanganannya harus mengikuti prosedur yang berlaku.
Pada akhirnya, polemik ini bukan sekadar soal menjaga reputasi Said Abdullah, melainkan juga memastikan bahwa kepentingan masyarakat tidak dikalahkan oleh perdebatan tentang nama besar.
Reputasi tidak cukup dipertahankan melalui pembelaan, ia harus ditopang oleh tata kelola yang baik dan keberanian menghadapi persoalan secara terbuka.
Jangan sampai nama Said Abdullah terlalu besar untuk dikaitkan dengan BHC, tetapi tanggung jawab orang-orang di sekelilingnya justru terlalu kecil untuk tampil menjelaskan persoalan.
Sebab, jika mereka yang semestinya bertindak memilih berlindung di balik reputasi orang lain, yang terancam bukan hanya nama seorang tokoh, melainkan juga kepercayaan publik terhadap institusi yang seharusnya melayani masyarakat.***
PENULIS: Moh. Bachtiar Alamsyah