Pernyataan itu menunjukkan bahwa sejak awal keluarga menaruh harapan pada proses investigasi yang disampaikan manajemen. Mereka membutuhkan penjelasan konkret mengenai kejadian yang dialami Dani, bukan hanya informasi bahwa penelusuran sedang dilakukan.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan terbaru dari manajemen RS BHC Sumenep mengenai hasil investigasi internal maupun penjelasan terkait rekam medis almarhum.

Dalam perkara pelayanan kesehatan, keluarga pasien memiliki kepentingan untuk mengetahui informasi medis yang berkaitan dengan perawatan anggota keluarganya, sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Keterbukaan rumah sakit menjadi bagian penting untuk menjawab pertanyaan keluarga sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Dani memang telah dimakamkan. Namun, bagi keluarganya, persoalan ini belum benar-benar berakhir. Sebab, kehilangan mungkin tak bisa dikembalikan, tetapi penjelasan mengenai apa yang terjadi selama ia dirawat semestinya tidak dibiarkan menjadi tanda tanya berkepanjangan.***