Ia kembali menjelaskan bahwa kunjungan itu masih berupa rencana.
“Rencana kunjungan ke RS BHC itu Minggu depan, kan ini rencana, bisa cepat bisa saja Minggu depan. Tapi setahu saya Insyaallah Minggu depan,” ujarnya.
Persoalannya kini bukan hanya kapan Dinkes P2KB Sumenep mendatangi RS BHC. Publik juga membutuhkan kepastian mengenai langkah pemeriksaan, pihak yang dilibatkan, serta bagaimana hasilnya akan menjawab pertanyaan keluarga Dani.
Di tengah penantian tersebut, upaya wartawan untuk meminta keterangan langsung kepada Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Elliya Fardasah belum memperoleh respons melalui panggilan telepon hingga hari ini, Rabu (28/10/2026).
Belum ada penjelasan terbaru yang diterima wartawan mengenai realisasi instruksi Bupati Fauzi maupun perkembangan investigasi.
Sikap tanpa respons itu membuat informasi mengenai tindak lanjut kasus Dani belum terang.
Yang jelas, pernyataan Bupati Fauzi telah menempatkan Dinkes P2KB sebagai salah satu pihak yang diharapkan menjelaskan duduk perkara tersebut.
Karena itu, kejelasan pelaksanaan instruksi dan hasil pemeriksaan menjadi penting agar pernyataan pemerintah tidak berhenti sebagai komitmen di hadapan publik.***