“Kami sangat bahagia dan mengapresiasi kegiatan seperti ini. DPRD memiliki tugas menyampaikan regulasi, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan, kepada masyarakat,” ujar Maltuful.
Menurutnya, pelibatan masyarakat umum dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa sekolah dan pesantren dapat mengambil peran lebih luas dalam memberikan edukasi kepada lingkungan sekitar.
“Di sini bukan hanya santri atau internal pondok pesantren yang dilibatkan, tetapi juga masyarakat. Ini menjadi kesempatan untuk mengedukasi masyarakat secara langsung, khususnya berkaitan dengan kesehatan yang merupakan kebutuhan dasar,” katanya.
Maltuful berharap kegiatan sosial dan edukasi seperti yang dilakukan SMA Plus Miftahul Ulum dapat dikembangkan di sekolah maupun pondok pesantren lainnya di Kabupaten Pamekasan.
“Sekolah dan pesantren tidak hanya mengedukasi santri dan murid, tetapi juga dapat memberikan edukasi kepada masyarakat secara langsung,” pungkasnya. (*)