SUMENEP, MaduraPost - Salah satu stand UMKM dalam pagelaran Madura Culture Fest 4 di Lapangan GOR A. Yani Panglegur, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terbakar pada Sabtu (29/8/2026) siang.

Kebakaran diduga bermula dari kompor yang digunakan pedagang UMKM Dimsum. Api kemudian merambat ke bagian dagangan lain yang berada di dalam stand tersebut.

Kondisi itu sontak membuat pedagang dan warga yang berada di sekitar lokasi berhamburan menjauh untuk menghindari kobaran api. Pemilik stand juga terlihat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Petugas pemadam kebakaran kemudian tiba di lokasi dan melakukan upaya pemadaman. Hingga berita ini diterbitkan, petugas masih berjibaku menjinakkan kobaran api.

Salah seorang pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi, Rudi, mengaku kaget melihat kepulan asap dan kobaran api dari area pameran.

“Awalnya saya melihat orang-orang berlarian. Setelah mendekat, ternyata ada stand yang terbakar. Untung petugas pemadam langsung datang,” ujarnya, Sabtu siang.

Menurut dia, keberadaan petugas pemadam menjadi penting mengingat lokasi tersebut dipenuhi stand UMKM dan aktivitas masyarakat.

“Kalau apinya tidak segera dipadamkan, saya khawatir bisa merembet ke stand lainnya,” katanya.

Madura Night Vaganza sendiri merupakan bagian dari rangkaian Madura Culture Festival 4 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Pameran pembangunan tersebut resmi dibuka pada Rabu (26/8/2026) malam di Lapangan GOR A. Yani Panglegur.

Kegiatan itu menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai capaian program, kebijakan, serta inovasi pembangunan kepada masyarakat.

Pameran melibatkan seluruh perangkat daerah, BUMN, BUMD, serta instansi vertikal. Selain menampilkan capaian pembangunan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong pergerakan ekonomi lokal melalui promosi produk unggulan, potensi investasi, dan kerajinan UMKM.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra sebelumnya mengatakan, Madura Night Vaganza diharapkan dapat memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat sekaligus menunjukkan perkembangan pembangunan daerah.

Madura Night Vaganza menjadi spirit lebih merekatkan semangat bekerja, sekaligus meningkatkan kebersamaan dengan masyarakat untuk memajukan Kabupaten Sumenep lebih baik. Perangkat daerah harus mampu memberikan informasi yang menunjukkan bahwa pembangunan daerah terus bergerak dan memberikan manfaat nyata,” ujar Agus.

Madura Night Vaganza dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 26 Agustus hingga 4 September 2026.

Sejumlah agenda menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, di antaranya Madura Culture Festival 4 dan pentas seni budaya, Festival Tembakau Madura, Festival Hadrah, Festival Desa Wisata, pertunjukan musik tong-tong, serta olahraga massal Fun Run.***