SUMENEP, MaduraPost - Pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Sumenep berlangsung sesuai jadwal dengan pengawalan dan penyambutan yang telah dipersiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Pada Senin (22/06/2026), sebagian besar rombongan telah kembali ke daerah dalam kondisi baik, meski ada dua jemaah yang masih menjalani penanganan medis.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sumenep, Kamiluddin, mengatakan pihaknya telah menyambut kedatangan jemaah dari Kloter 77, 78, dan 79 sejak malam hingga pagi hari.
"Alhamdulillah, sejak tadi malam kami melaksanakan penyambutan jemaah haji dari Kloter 77, 78, dan 79. Semua berjalan dengan lancar," ujarnya, Senin (29/6).
Ia menjelaskan, seluruh persiapan juga telah diselesaikan untuk menyambut kedatangan jemaah yang tergabung dalam Kloter 81. Proses kepulangan dilakukan secara bertahap mengikuti jadwal yang telah ditentukan.
Berdasarkan data yang dihimpun, Kloter 77 tiba di Sumenep pada pukul 02.00 WIB, disusul Kloter 78 pukul 05.40 WIB, Kloter 79 pukul 08.00 WIB, sedangkan Kloter 81 dijadwalkan tiba sekitar pukul 14.45 WIB.
Di tengah kelancaran proses pemulangan, terdapat dua jemaah dari Kloter 81 yang masih membutuhkan perawatan. Satu orang masih berada di Embarkasi Surabaya untuk menjalani penanganan kesehatan, sementara seorang lainnya telah dirawat di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep.
"Memang ada jemaah yang dipulangkan lebih awal karena kondisi kesehatan. Mudah-mudahan kondisi keduanya segera membaik dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga," kata Kamiluddin.
Selain memastikan kelancaran penyambutan, Pemkab juga mengingatkan para jemaah agar menjaga kondisi fisik setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci. Menurut Kamiluddin, masa pemulihan penting dilakukan karena para jemaah biasanya akan menerima banyak tamu yang datang bersilaturahmi.
Ia juga mengimbau agar perjalanan menuju rumah masing-masing dilakukan secara tertib dengan tetap mengutamakan keselamatan di jalan.
"Kami mengimbau agar saat kembali ke rumah dilakukan dengan tertib, mematuhi aturan lalu lintas, dan tidak melakukan perjalanan secara beriringan yang dapat mengganggu pengguna jalan lain," tambahnya.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, bahwa kepulangan dari Tanah Suci bukan menjadi akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal untuk mengamalkan nilai-nilai ibadah haji dalam kehidupan bermasyarakat.
"Para jemaah yang telah pulang ke Kabupaten Sumenep bukan sekadar berakhirnya perjalanan ibadah di Mekkah dan Madinah, melainkan awal dari tanggung jawab moral untuk mengamalkan nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari," ujar Bupati saat menyambut kedatangan jemaah di GOR A. Yani Pangligur.
Menurutnya, pelaksanaan ibadah haji mengandung banyak pelajaran, seperti keikhlasan, kesabaran, disiplin, persaudaraan, hingga semangat berkorban. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman para jemaah untuk menjadi teladan di tengah keluarga maupun masyarakat.
Bupati Fauzi juga menekankan bahwa kemabruran haji tidak hanya diukur dari kualitas ibadah pribadi, tetapi juga tercermin melalui kepedulian sosial, kejujuran, akhlak, serta kontribusi nyata bagi lingkungan.
"Haji mabrur tidak hanya tercermin dari meningkatnya kualitas ibadah pribadi, tetapi terlihat dari sikap sosial yang semakin baik, kepedulian terhadap sesama, serta kontribusi positif bagi lingkungan sekitar," pungkasnya.***