Ia juga mengimbau agar perjalanan menuju rumah masing-masing dilakukan secara tertib dengan tetap mengutamakan keselamatan di jalan.

"Kami mengimbau agar saat kembali ke rumah dilakukan dengan tertib, mematuhi aturan lalu lintas, dan tidak melakukan perjalanan secara beriringan yang dapat mengganggu pengguna jalan lain," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, bahwa kepulangan dari Tanah Suci bukan menjadi akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal untuk mengamalkan nilai-nilai ibadah haji dalam kehidupan bermasyarakat.

"Para jemaah yang telah pulang ke Kabupaten Sumenep bukan sekadar berakhirnya perjalanan ibadah di Mekkah dan Madinah, melainkan awal dari tanggung jawab moral untuk mengamalkan nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari," ujar Bupati saat menyambut kedatangan jemaah di GOR A. Yani Pangligur.

Menurutnya, pelaksanaan ibadah haji mengandung banyak pelajaran, seperti keikhlasan, kesabaran, disiplin, persaudaraan, hingga semangat berkorban. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman para jemaah untuk menjadi teladan di tengah keluarga maupun masyarakat.

Bupati Fauzi juga menekankan bahwa kemabruran haji tidak hanya diukur dari kualitas ibadah pribadi, tetapi juga tercermin melalui kepedulian sosial, kejujuran, akhlak, serta kontribusi nyata bagi lingkungan.

"Haji mabrur tidak hanya tercermin dari meningkatnya kualitas ibadah pribadi, tetapi terlihat dari sikap sosial yang semakin baik, kepedulian terhadap sesama, serta kontribusi positif bagi lingkungan sekitar," pungkasnya.***