SUMENEP, MaduraPost - Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, rotasi pejabat yang dilakukan pada Selasa (23/6/206) malam tersebut bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba.

Pergeseran jabatan itu merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen yang telah dijalani para pejabat sebelumnya.

“Jadi mutasi malam ini memang sebelumnya ada asesmen. Ada beberapa hal yang membuat saya merasa perlu melakukan reposisi beberapa kepala dinas. Salah satunya yang kita laksanakan pada malam hari ini,” ujar Bupati Fauzi, Selasa malam di Rumah Dinas (Rumdis) Bupati saat diwawancara wartawan.

Menurutnya, pelantikan yang hanya mencakup empat pejabat bukan berarti proses penyegaran birokrasi telah selesai. Pemkab Sumenep masih akan melakukan penataan lanjutan sesuai kebutuhan organisasi.

“Kalau bertanya kenapa cuma empat, ya masih ada yang lain. Tapi sementara yang dibutuhkan empat dulu. Kita melihat yang empat ini memang urgent untuk ditempatkan orang baru,” katanya.

Bupati Fauzi menjelaskan, seluruh keputusan penempatan pejabat didasarkan pada hasil asesmen yang telah dilakukan. Dari sejumlah rekomendasi yang muncul, dirinya memilih posisi yang dinilai paling sesuai dengan kompetensi masing-masing pejabat.

Sebagai contoh, Didik Wahyudi ditempatkan sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) karena hasil asesmen menunjukkan yang bersangkutan memiliki kapasitas yang relevan di bidang pengelolaan keuangan daerah.

“Pak Didik kita letakkan di keuangan karena salah satu hasil asesmennya memang menunjukkan beliau layak di bidang keuangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Achmad Dzulkarnain dipercaya memimpin Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) karena dinilai memiliki pengalaman yang dibutuhkan untuk menghadapi agenda strategis pemerintahan desa dalam waktu dekat.

“Pak Dzul ada dua pilihan penempatan berdasarkan asesmen. Tetapi saya pilih di DPMD karena kita akan menghadapi Pilkades tahun 2027. DPMD membutuhkan sosok yang pernah menjadi camat dan terbiasa berkomunikasi dengan kepala desa. Itu sesuai dengan kompetensinya,” jelas dia.

Hal serupa juga menjadi pertimbangan dalam penempatan Ach. Laili Maulidy dan Wahyu Kurniawan Pribadi pada posisi asisten di lingkungan Sekretariat Daerah.

Menurut Bupati Fauzi, keduanya dipilih berdasarkan kemampuan manajerial dan kebutuhan organisasi pemerintahan saat ini.

“Pak Laili dan Pak Wahyu juga sama. Saya melihat kemampuan manajerialnya dan kebutuhan organisasi, sehingga saya memilih salah satu posisi yang sesuai dengan kapasitas mereka,” tuturnya.

Di sisi lain, Bupati Fauzi mengungkapkan, proses pengisian jabatan Inspektur Daerah saat ini masih menunggu tahapan administrasi dari pemerintah pusat.

Kendati calon pejabatnya telah ditentukan berdasarkan hasil asesmen, penetapannya harus memperoleh persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Inspektorat sudah kita ajukan dan tinggal menunggu rekomendasi. Hasil asesmennya sudah ada, calon yang akan ditempatkan juga sudah ada. Tinggal menunggu izin dari Kemendagri,” katanya.

Hingga saat ini masih terdapat sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt), yakni Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub), Inspektorat, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Terkait kekosongan jabatan tersebut, Bupati Fauzi memastikan pengisian definitif akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

“Kalau yang kosong pasti dijabat Plt. Tapi dalam waktu dekat, mungkin besok sudah kita buka prosesnya,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Fauzi juga berpesan kepada para pejabat yang baru dilantik agar menjadikan pelayanan publik sebagai orientasi utama dalam menjalankan tugas.

“Yang pertama saya sampaikan, berikan yang terbaik untuk masyarakat, bukan untuk bupati. Kalau sudah memberikan yang terbaik untuk masyarakat, itu menunjukkan bahwa saudara-saudara sudah mengabdi untuk bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Sumenep,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan yang diberikan merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

“Yang kedua, jaga amanah ini. Saudara-saudara masih diberikan amanah, masih tetap berada di Eselon II, tidak turun dari Eselon II. Itu yang paling penting. Saya mempercayai kinerja saudara-saudara semua, khususnya empat orang yang dirotasi pada malam ini,” pungkas Bupati Fauzi.***