SUMENEP, MaduraPost - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat kembali memfasilitasi keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan bekerja di luar negeri.

Kali ini, seorang tenaga kesehatan asal Kecamatan Rubaru, Ulfatul Hasanah, resmi diberangkatkan untuk bertugas di Arab Saudi.

Perempuan yang berasal dari Dusun Gunung Togel, Desa Basoka tersebut akan menjalankan profesinya di Hayat National Hospital, salah satu rumah sakit yang berada di Arab Saudi.

Prosesi pelepasan dilakukan pada Senin (30/3/2026). Keberangkatan Ulfatul difasilitasi melalui sinergi antara Disnaker Kabupaten Sumenep dan PT Timur Raya Jaya Lestari selaku perusahaan penempatan pekerja migran yang memiliki izin resmi.

Kepala Disnaker Sumenep, Mustangin menegaskan, bahwa tenaga kerja yang diberangkatkan telah melewati serangkaian tahapan seleksi yang ketat, baik dari sisi administrasi maupun kemampuan profesional.

“Kami berangkatkan PMI yang telah melewati proses seleksi sangat ketat, mulai dari administrasi hingga kompetensi. Dan kami memastikan mereka benar-benar siap secara profesional,” ungkapnya, Senin (30/3).

Selain proses seleksi, para calon pekerja migran juga mendapatkan pembekalan komprehensif sebelum diberangkatkan.

Materi yang diberikan mencakup penguatan kemampuan bahasa, pemahaman budaya negara tujuan, hingga kesiapan mental agar mampu beradaptasi dan bekerja secara optimal.

Mustangin menilai, penempatan tenaga kerja ke luar negeri tidak semata-mata bertujuan membuka akses pekerjaan, melainkan juga memastikan setiap pekerja memperoleh perlindungan yang memadai selama menjalankan tugasnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah terus mendorong masyarakat untuk menempuh jalur resmi saat bekerja ke luar negeri.

Langkah tersebut dinilai penting agar pekerja mendapatkan kepastian hukum, perlindungan kerja, serta jaminan keselamatan yang lebih baik.

“Ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mendampingi PMI sejak awal hingga kembali ke tanah air. Dan ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara bagi para pahlawan devisa,” tandasnya.

Menurut Mustangin, keberangkatan PMI melalui mekanisme yang legal dan didukung pembinaan yang tepat akan memberikan dampak positif, baik bagi kesejahteraan keluarga pekerja maupun bagi perekonomian nasional.

Keberangkatan Ulfatul Hasanah juga menjadi gambaran bahwa kesempatan berkarier di luar negeri masih terbuka luas bagi masyarakat Sumenep, terutama bagi mereka yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan kesiapan untuk bersaing di pasar kerja global.***