Karena itu, alokasi penerima bantuan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Secara keseluruhan, setiap paket bantuan berisi sekitar 300 gram benih. Jumlah tersebut diperkirakan mampu menghasilkan kurang lebih 900 ribu bibit tembakau yang nantinya dibagikan kepada anggota kelompok tani penerima manfaat.
Melalui program ini, pemerintah daerah berharap produktivitas tembakau di Sumenep semakin meningkat sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi para petani.
“Kami berharap produksi tembakau terus meningkat dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani di Sumenep,” ucapnya.***