Mereka datang bukan membawa kemarahan. Mereka datang membawa tuntutan penjelasan. Namun yang mereka cari tidak ada di tempat.

Yang mereka bawa pulang hanyalah jawaban yang belum selesai. Dalam situasi seperti itu, persepsi publik bekerja dengan caranya sendiri.

Ketika institusi memilih diam, ruang kosong akan diisi oleh spekulasi. Ketika pertanyaan tidak dijawab, kecurigaan akan tumbuh.

Dan ketika korban merasa sendirian menghadapi sistem yang besar, maka yang muncul bukan lagi persoalan hukum semata, melainkan persoalan kepercayaan.

Padahal yang dipertaruhkan dalam industri perbankan sesungguhnya bukan uang. Melainkan kepercayaan. Bank hidup dari kepercayaan. Bank berkembang karena kepercayaan.

Dan bank bisa kehilangan segalanya ketika kepercayaan mulai runtuh.

Karena itu, persoalan terbesar dalam kasus Abdul Hamid bukanlah siapa yang nanti dinyatakan bersalah oleh hakim.

Pengadilan akan memutus itu. Persoalan terbesarnya adalah mengapa setelah tujuh tahun, publik masih belum mendapatkan penjelasan yang utuh.

Mengapa pertanyaan demi pertanyaan terus muncul. Mengapa nama-nama baru bermunculan dalam persidangan.