“Satpam bilang kalau QRIS BCA memang sedang error,” ucapnya.

Keesokan harinya, Bahri mengaku sempat menerima dana masuk sekitar Rp89 ribu. Namun nominal tersebut dinilai tidak sesuai dengan jumlah saldo yang sebelumnya terpotong.

“Di mutasi MyBCA memang ada notifikasi uang masuk sekitar Rp89 ribu, tapi waktu saya cek saldo tetap cuma Rp44 ribu,” katanya.

Bahri mengaku telah berupaya menghubungi layanan Halo BCA maupun customer service MyBCA. Akan tetapi, hingga saat ini keluhannya disebut belum juga mendapatkan penyelesaian.

“Saya sudah coba hubungi Halo BCA dan customer service MyBCA, tapi belum bisa juga. Sampai sekarang saldo saya belum kembali,” keluhnya.

Ia juga menyebut pihak keamanan kantor BCA Sumenep meminta dirinya datang kembali pada jam operasional kerja karena pelayanan penuh baru dapat dilakukan pada Senin, 18 Mei 2026.

Sementara itu, pihak BCA membenarkan sempat terjadi kendala pada layanan transaksi QRIS. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, memastikan layanan QRIS kini telah kembali normal.

“PT Bank Central Asia Tbk memohon maaf atas ketidaknyamanan nasabah terkait kendala dalam transaksi QRIS. Kami memastikan saat ini nasabah dapat kembali bertransaksi menggunakan QRIS melalui layanan BCA,” ujar Hera dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026) dilansir dari kompasdotcom.

Ia menjelaskan, selama gangguan berlangsung nasabah tetap dapat menggunakan metode transaksi lain seperti kartu debit, kartu kredit, transfer, maupun pembayaran berbasis NFC pada perangkat tertentu.