Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, menyebut kemungkinan adanya gangguan teknis pada perangkat audio yang digunakan dewan juri. Menurutnya, suara peserta diduga tidak terdengar jelas di meja juri meski terdengar jelas dalam siaran langsung dan oleh penonton di lokasi acara.
Polemik tersebut kini menjadi sorotan publik nasional dan memunculkan perdebatan mengenai pentingnya profesionalisme serta transparansi penilaian dalam kompetisi pendidikan. Banyak pihak berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama dalam ajang yang membawa nama lembaga negara dan melibatkan pelajar.